Asam urat (uric acid) adalah produk akhir metabolisme purin (adenine dan guanine) yang merupakan konstituen asam nukleat.
Asam urat terutama disintesis dalam hati yang dikatalisis oleh enzim xantin oksidase. Asam urat diangkut ke ginjal oleh darah untuk difiltrasi, direabsorbsi sebagain, dan dieksresi sebagian sebelum akhirnya diekskresikan melalui urin.
Pada kadar normal, asam urat ini akan berperan sebagai antioksidan tetapi bila nilainya meningkat akan berubah sifat menjadi oksidan yang akan merusak sel sel tubuh. Hampir 80% asam urat diproduksi oleh tubuh dan siasanya, 20% umumnya dari asupan makanan.
Hiperuricemia adalah peningkatan abnormal dari kadar asam urat dalam darah. Pada orang tua nilai normal sedikit lebih tinggi.
Peningkatan asam urat bergantung kepada fungsi ginjal, kecepatan metabolisme purin, dan asupan makanan yang mengandung purin.
Bila kita ingin mengetahui berapa kadar asam urat yang terkandung dalam tubuh, dapat melalui pemeriksaa darah laboratorium. Sebelum melakukan pemeriksaan laboratorium diharuskan puasa 8-10 jam sebelumnya.
Tidak ada pembatasan asupan makanan atau cairan; namun pada banyak kasus, asupan makanan tinggi purin (mis. daging, jerohan, sarden, otak, roti manis, dsb) perlu ditunda minimal selama 24 jam sebelum uji dilakukan; demikian pula dengan obat-obatan yang dapat mempengaruhi hasil laboratorium. Jika terpaksa harus minum obat, catat jenis obat yang dikonsumsi.
Nilai rujukan : DEWASA : Laki-laki : 3.5-7.0 mg/dl. Perempuan : 2.5-6.0 mg/dl. Kadar panik : >12mg/dl. ANAK : 2.5-5.5 mg/dl LANSIA : 3.5-8.5 mg/dl
Catatan : nilai normal dapat bervariasi di setiap laboratorium.
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil laboratorium :

  • Sampel serum/plasma hemolisis,
  • Stress dan puasa berlebih dapat menyebabkan peningkatan kadar asam urat serum,
  • Diet tinggi purin, Pengaruh obat (lihat pengaruh obat)

Kadar asam urat meningkat dijumpai pada : gout, leukemia (limfositik, mielositik, monositik), kanker metastatik, mieloma multipel, eklampsia berat, alkoholisme, hiperlipoproteinemia, diabetes mellitus (berat), gagal ginjal, glomerulonefritis, gagal jantung kongestif, anemia hemolitik, limfoma, polisitemia, stress, keracunan timbale, pajanan sinar-X (berlebih), latihan fisik berlebihan, diet penurunan berat badan-tinggi protein.
Obat-obatan yang berpengaruh pada peningkatan kadar asam urat adalah : diuretik (tiazid, furosemid, asetazolamid), levodopa, metildopa, asam askorbat, 6-merkaptopurin, fenotiazin, salisilat (penggunaan dalam jangka waktu lama), teofilin.
Pada gout, peningkatan produksi asam urat dipengaruhi oleh mekanisme idiopatik atau belum diketahui, tetapi biasanya karena peningkatan sintesis asam urat endogen sebagai cacat metabolik bawaan. Pada gout, kenaikan asam urat dalam tubuh bisa lebih dari 10 kali normal, dan natrium urat dideposit di dalam jaringan lunak, terutama sendi, sebagai tofi. Adanya pengkristalan urat menyebabkan sendi membengkak, meradang, dan nyeri. Alopurinol digunakan dalam pengobatan gout yang bekerja sebagai penghambat xantin oksidase.
Pada leukemia atau keganasan lain, peningkatan produksi secara bermakna disebabkan oleh penguraian asam nukleat apabila terjadi lisis sel-sel tumor akibat nekrosis atau kemoterapi.
Peningkatan kadar urat karena peningkatan lisis sel juga dapat dijumpai pada polisitemia, anemia pernisiosa, dan kadang-kadang pada psoriasis. Pengobatan dengan hormon adrenokortikotrofik atau kortikosteroid, yang kerjanya katabolik protein mempercepat pemecahan inti sel atau dengan obat-obatan sitotoksika, menyebabkan peningkatan urat plasma.
Pada kegagalan glomerulus ginjal atau bila ada obstruksi aliran keluar urin, asam urat serta ureum dan kreatinin terakumulasi. Asam urat tinggi yang dapat terjadi pada eklampsia tanpa azotemia atau uremia disebabkan oleh lesi ginjal atau perubahan metabolisme asam urat. Asidosis ketotik dan laktat bisa meningkatkan asam urat dengan mengurangi sekresi tubulus ginjal, seperti yang terjadi dengan diuretik tiazid dan furosemid, dan aspirin dosis rendah.
Penurunan kadar asam urat dapat dijumpai pada : penyakit Wilson, asidosis tubulus ginjal proksimal, anemia defisiensi asam folat, luka bakar, kehamilan. Pengaruh obat : alopurinol, azatioprin, koumadin, probenesid, sulfinpirazon.
Keadaan hiperurecemia dapat mengakibatkan Kelainan pembuluh darah. Kolaborasi antara kolesterol jahat ( LDL kolesterol) dan hiperuresemia dapat membuat pembuluh darah menjadi aterosklerosis. Pembuluh darah menjadi kaku, sempit dan dapat tersumbat. Bila mengenai Jantung maka akan terserang penyakit jantung dan bila Otak yang terkena akan terancam stroke
Berikut merupakan makanan-makanan dengan kandungan purin tinggi beserta anjuran mengkonsumsinya:

  1. Kandungan purin tinggi (100-1000 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dihindari.
    [col_content width=six column”]

    • Otak,
    • hati,
    • jantung,
    • ginjal,
    • jeroan,
    • ekstrak daging/kaldu

    [/col_content][col_content width=”six column”]

    • bouillon,
    • bebek,
    • ikan sardin,
    • makarel,
    • remis,
    • kerang.

    [/col_content]

  2. Kandungan purin sedang (9-100 mg purin/ 100 gr bahan makanan), sebaiknya dibatasi;
    [col_content width=six column”]

    • maksimal 50-75 gr (1-1 ½ ptg) daging, unggas,
    • 1 mangkok (100 gr) sayuran sehari.
    • Daging sapi
    • Ayam,
    • Udang,
    • Kacang kering
    • Kacang hasil olah, seperti tahu dan tempe

    [/col_content][col_content width=”six column”]

  3. Asparagus
  4. Bayam
  5. Daun singkong
  6. Kangkung
  7. Daun
  8. Biji melinjo.
  9. maksimal 50-75 gr (1-1 ½ ptg) ikan, kecuali ikan-ikanan yang ada dalam kategori purin tinggi
  10. [/col_content]
  11. Kandungan purin rendah (dapat diabaikan), dapat dimakan setiap hari, antara lain seperti:
    • Nasi
    • Ubi
    • Singkong
    • Jagung
    • Roti
    • Mie
    • Bihun
    • Tepung beras
    • Cake , kue tart
    • Puding
    • Susu,
    • Keju,
    • Telur;
    • Minyak;
    • Gula;
    • Keju kering,
    • Sayuran dan buah-buahan (kecuali sayuran yanda ada dalam kategori purin sedang)

Anjuran untuk penderita asam urat antara lain:

  1. Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang.
  2. Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan stroberi. Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat.
  3. Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi.
  4. Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup.
  5. Jangan minum aspirin.
  6. Jangan bekerja terlalu keras/kelelahan.
  7. Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup.
  8. Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan

Pentangan makanan untuk penderita asam urat antara lain:

  1. Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, kangkung
  2. Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental
  3. Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa
  4. Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega
  5. Makanan kaya protein dan lemak
  6. Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak
  7. Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden
  8. Ekstrak daging seperti abon dan dendeng
  9. Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden)
  10. Daging kambing, daging sapi, daging kuda
  11. Bebek, angsa dan kalkun
  12. Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping

Seperti itulah pantangan dan anjuran makanan untuk penderita asam urat. Penting bagi Anda untuk memperhatikan asupan makanan apa saja yang aman untuk dikonsumsi. Ingat, penyakit asam urat ini sebagian disebabkan karena adanya asupan purin yang berlebih yang berasal dari makanan. Karena itulah untuk membantu mengatasi penyakit asam urat, agar penyembuhan cepat maka yang perlu dilakukan adalah dengan menghindari berbagai makanan yang bisa meningkatkan kadar purin dan menjalankan pola hidup sehat.
Sumber :
Penuntun DIET, Instalasi Gizi RSCM dan Asosiasi Dietensien Indonesia
Seorang penderita hiperuresemia memang mempunyai banyak pantangan makan karena selain harus menghindari makanan yang tinggi kandungan purinnya juga harus menghindari makanan dengan kandungan oksalat karena untuk menghindari terbentuknya Kristal oksalat di ginjal yang dapat menghambat keluarnya asam urat itu sendiri.
Dari : berbagai sumber